Tuesday, April 23, 2013
SILAU
SILAU
Kata SILAU, biasanya berlaku kalau kita melihat sinar atau kilatan cahaya yang membuat mata kita seketika terpejam atau paling tidak, agak menyipit.
Silau, biasa diarti kiaskan juga buat beberapa hal, silau akan jabatan, silau akan kedudukan, silau akan materi, silau akan uang silau akan keuntungan, dll dlsb pokoknya yang amat berbau duniawi
Dengan kata lain biasa diartikan untuk hasrat memiliki akan sesuatu yang amat sangat menarik, begitu kira kira.
"Silau" yang ini biasanya yang membuat orang lupa diri, kehilangan akal pikiran, kehilangan logika, kehilangan rasa malu, kehilangan moral, kehilangan suara hati, kehilangan nurani...
Pokoknya, jadi nggak normal dan nggak wajar banget , bahkan memalukan .
Silau akan harta kekayaan, silau akan keuntungan, silau akan lembaran duit, lagi, dan lagi dan lagi memakan banyak sekali korban.
Dan korbannya bukan rakyat jelata, bukan mereka yang nggak berpunya.
Tapi mereka yang termasuk dalam kelompok elite, baik dari segi kedudukan, segi ketenaran, segi "martabat"dimuka umum.
Kelompok yang suka jadi sorotan kita semua juga dalam sepak terjang kesehariannya.
Bagaimana mungkin kelompok rakyat biasa menjadi korban, syarat masuk percaturan "bisnis" yang menggiurkan itu minimal ribuan dollar koq.
Akhir akhir ini, untuk kesekian kalinya, kita kembali tercengang oleh hiruk pikuknya orang yang kalang kabut merasa "kehilangan" keuntungan bahkan kehilangan modal yang ditanamkan.
Besarannya nggak main main ,triliunan rupiah amblas, raib digondol entah kemana.
Konon, duit segombyok gitu didapat dengan mengumpulkannya dari beberapa nasabah atau peserta dari kalangan terkenal dan berduit , dengan iming iming bunga diatas 23 % pertahun.......
Sepatutnya, kita selalu ingat kalimat nasihat "NO FREE LUNCH "
Nggak ada yang gratisan, nggak ada yang semudah membalik tangan.
Keuntungan, harus didapat dengan kerja keras, kerja cerdas.
Kalau ada yang menawarkan nyimpen uang, beli emas batangan dengan keuntungan besar, sepatutnya curiga saja langsung, jangan dipercaya.
Yang mengejutkan, ternyata, begitu banyak nama nama yang kita kenal, yang kita pikir tak mungkin tertipu,koq ya ikut tertipu juga ya.
Janganlah silau sama keuntungan, janganlah silau sama lembaran rupiah yang dijanjikan.
Kerja saja yang bagus, yang bener, bikin usaha juga yang wajar wajar aja.
Keuntungannya yang normal normal saja, kan kita dapetin duitnya juga untuk modal dengan susah payah bukan ?
Masa sih mau dipertaruhkan dengan begitu mudahnya hanya dengan embel embel keuntungan yang menggiurkan ?
Jadi inget peribahasa" easy come easy go" tea ya.
Mudah mudahan kita semua nggak akan pernah tergiur, nggak akan pernah silau oleh "keuntungan yang begitu mudah ".
Apapun yang didapat dengan kerja keras penuh kecintaan, itulah yang terbaik bukan ?.....
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment