Thursday, May 11, 2017

JANGAN BUANG WAKTUMU DENGAN PERCUMA

Sejak 2006, saya menulis di Blog ini Beberapa tahun terakhir, inaktif, lebih suka menulis di FB saja. Dulu, punya blog itu dibuatkan teteh, katanya sayang jika postingan si mamah cuma dibaca anak anak dan keluarga dekat saja. Maka jadilah blog yang selalu diisi kejadian sehari hari serta makna hidup yang tersirat dari sebuah peristiwa. Nah, sekarang, mau posting disini ya. Pemahaman orang atas sesuatu itu sungguh sangat berbeda. Itu adalah wujud dari ramuan berbagai hal kompleks seperti genetika, bawaan, pola asuh, lingkungan, kekayaan pengalaman, keluasan wawasan dan keilmuan, kedalaman spiritual, ketajaman akal pikiran serta rasa, dll, dlsb Perbedaan atas pemahaman, bukan hal aneh dan tak perlu diperdebatkan, apalagi sampai jadi musuhan. Sejak Pilpres 2014, sepertinya rakyat saling berhadap hadapan dalam 2 rombongan. Ada yang pro Jokowi, ada yang pro Prabowo. Lantas menjelang Pilkada DKI, entah mengapa, bukan hanya mereka yang ber KTP DKI saja yang lagi lagi terbagi jadi 2 rombongan yang saling berhadapan, yang pro Ahok dan yang pro "bukan Ahok ". Apapun alasannya, pemujaan, penghormatan, kecintaan, sanjungan atas orang perorang, sah sah saja, namanya juga ada beda pemahaman. Tapi selayaknya kehidupan, dimanapun pasti ada yang berbeda niat selain "menyanjung" ,"menghormati", "mencintai" seseorang karena berbagai sebab lantas mensupportnya. Dikubu manapun, ada saja yang mendompleng, menitipkan diri untuk sebuah tujuan pribadi yang tersembunyi. Kubu manapun, terdiri dari mereka yang benar benar supporter sejati yang tulus ikhlas mensupport dengan cara apapun, lantas ada pendompleng yang rela mengeluarkan energi apapun untuk mencapai tujuan pribadi dan ada pula yang "ikut ikutan", kemana angin bertiup, asal ia diuntungkan secara materi. Tak boleh kita menutup mata, dikedua kubu terdiri dari bermacam kepentingan. Dikedua kubu ada juga yang mendukung dengan cara apapun, memfitnah sekalipun, menyebarkan berita bohong. Tapi dikedua kubu pula ada orang orang cerdik pandai yang berbeda pemahaman karena alasan alasan berbeda multifaktor penyebab terwujudnya pemahaman. Itu fakta. Lantas, apakah akan terus gararandeng, terus saling menusuk perasaan, saling menjatuhkan, saling mengolok olok, saling melempar hoax fitnah yang keji ? Sejatinya, kita semua mestinya sadar, bahwa kita sudah membuang banyak potensi, waktu, energi, pemikiran dlsb hanya untuk hal hal yang tak perlu diperdebatkan. Kita semua sudah mempermalukan diri sendiri dan membuat Allah murka sebab membuang potensi dengan percuma Astaghfirullahaladziim Ampuni kami ya Rabb. Penuhi saja media dengan mengedepankan hal hal unggulan dari masing masing kubu tanpa melecehkan, menistakan kubu lain. Biarkan semakin banyak orang tahu potensi tersembunyi dari jagoan masing masing, bukan sebaliknya, membuang waktu dengan mencari cari kesalahan jagoan lain Heup... Ulah embung dina kudu, tong ngalengkah dina ulah. Semoga kita semua bisa mengantar negeri ini menjadi negeri yang berkeadilan dalam kesejahteraan serta negeri yang meraih kemuliaan dimata dunia. Mumpung sedunia sedang menyoroti kita, saatnya kita tunjukkan bahwa kita adalah bangsa berkualitas yang beradab, bersatu , gagah tangguh berani bersaing dengan bangsa lain, bukan bangsa yang gontok gontokan sendiri